BKPRMI Diminta Sosialisasi Syariat Islam

Akhiena Bustami Usman

Bustami Usman

ACEH UTARA-Ketua Umum Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Drs. H. Bustami Usman, SH, M.Si, meminta kepada seluruh pengurus di Aceh Utara, untuk melakukan sosialisasi Syariat Islam (SI) kepada masyarakat.

Dengan tujuan, agar bagi generasi muda penerus bangsa dapat ikut serta dalam menegakkan SI secara kaffah di Aceh pada umummya dan khususnya di Kabupaten Aceh Utara. Kedepan, seluruh generasi muda diharapkan mampu membaca Al-Quran secara benar. Sehingga tidak terdengar lagi informasi yang berkembang pemuda Aceh belum bisa membaca Al-Quran.


Hal ini seperti yang terjadi saat seleksi caleq partai politik beberapa waktu lalu, banyak tidak lulus akibat tidak mampu membaca Al-Quran secara benar.

Jadi saat ini tugas kita semua untuk memberikan ceramah-ceramah agama kepada generasi penerus di mesjid-mesjid dan meunasah. Begitu juga kesekolah-sekolah dengan membentuk tim khusus untuk setiap hari Senin kita minta izin kepada Depaq serta Dinas Pendidikan dan Pengajaran ikut memberikan ceramah singkat tentang Syariat Islam,” tegas Ketua Umum DPW Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Drs. H. Bustami Usman, SH, M.Si, dalam sambutannya ketika melantik DPD BKPRMI Kabupaten Aceh Utara, berlangsung di Aula Sekdakab, Rabu (28/1).

Dia menyebutkan, kini pihaknya banyak membaca koran tentang terjadinya kasus pelanggaran SI yang dilakukan oleh remaja dan orang dewasa dengan berdua-dua yang bukan muhrim atau hubungan di luar nikah. “Ini yang sangat kita sayangkan terjadi di Aceh pada umumnya. Untuk itu marilah kita semua para pengurus Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia, melakukan upaya pencegahan dengan melakukan sosialisasi syariat islam,” ungkap Drs. H. Bustami Usman.

Selain itu, kata dia, generasi muda Aceh juga banyak yang sudah mengkonsumsi narkoba baik jenis ganja maupun sabu-sabu (SS,red) terjadi di gampong-gampong. Mereka para pengguna narkoba ada kelompok-kelompok di gampong, tanpa merasa takut terhadap perbuatan yang dilarang oleh Agama Islam mereka bebas mengkonsumsi narkoba.

“Jadi dampak dari pengguna narkoba itu bagi generasi muda adalah, jika tidak ada uang untuk membeli narkoba jenis ganja atau sabu-sabu, maka akan melakukan pencurian sehingga terbentuk lagi aksi kriminalitas,” ujarnya.

Lanjut dia, jika nantinya kedapatan para pengurus atau anggota Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia Aceh dan Aceh Utara, menggunakan narkoba dan melakukan mesum atau khalwat pihaknya tidak akan membela dan harus diproses sesuai dengan ketentuan hukum berlaku. (sb)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: