LPPTKA Aceh Tengah Wisuda 1.207 Santri

TAKENGONLembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-kanak Al-Qur’an (LPPTKA) Kabupaten Aceh Tengah mewisuda sebanyak 1.207 santriwan dan santriwati se Aceh Tengah. Wisuda santriwan dan santriwati Minggu, (1/2) di Gedung Olah Seni Takengon itu dihadiri oleh Bupati Aceh Tengah, Ir. H. Nasaruddin, MM.


Menurut Ketua Panitia penyelenggara Adami,SH, acara wisuda selain dihadiri Bupati Aceh Tengah,Ir.Nasaruddin,MM juga dihadiri Ketua BKPRMI Provinsi Aceh, Drs. Bustami Usman serta sejumlah Pejabat lainnya. Dari 1.207 Santriwan/i yang diwisuda kata Adami merupakan lulusan TKA,TPA,TQA dari 14 Kecamatan. Dari jumlah tersebut rincinya, untuk Kecamatan Lut Tawar, sebanyak 101 orang, Kebayakan 121 orang, Kute Panang 77 orang, Celala 57orang Bintang 99 orang, Silih Nara 275 orang Ketol 108 orang, Pegasing 59 orang, Rusip Antara 43 orang, Bebesen 127 orang Bies 66 orang, Jagong Jeget 29 orang, Linge 44 orang, dan Kecamatan Atu Lintang 31 orang santri.

Sejalan dengan usianya yang telah 14 tahun, Adami menambahkan, bahwa TKA, TPA dan TQA Aceh Tengah bertekad untuk meningkatkan kualitas dalam proses belajar dan mengajar. Sisi lain banyaknya jumlah anak-anak yang secara ekonomi kurang mampu sangat memerlukan pemikiran dan kontribusi dari semua pihak. Untuk itu Adami meminta kepada Pemda Aceh Tengah untuk menambah anggaran dana melalui APBD dari tahun 2008 sebanyak 200 juta. Karena untuk honor para ustazah hanya dapat diberikan sebesar Rp 35 ribu per bulannya.

Pada acara wisuda yang juga dihadiri oleh para orang tua santriwan dan santriwati, Bupati Aceh Tengah, Ir. H. Nasaruddin, MM janji yang telah diucapkan oleh para santri dan santriwati, katanya sangat cocok untuk diikrarkan oleh umat islam. Artinya janji tersebut sangat relevan diungkapkan sekaligus dilaksanakan oleh orang dewasa, khususnya umat muslim. Di dalam janji itu terdapat membaca Al Quran yang merupakan tuntunan bagi umat islam. Tidak mengherankan bila umat islam telah jauh dari Al Quran, umat islam tidak ada lagi arah hidup.

Nasaruddin mencontohkan dari pemberitaan media cetak dan elektronik, adanya seorang anak yang tega membunuh orang tuanya. Fenomena ini menurut bupati akibat karena sudah jauhnya anak tersebut dari Al Quran. Makanya, Pemda Aceh Tengah mulai tahun ini telah memberlakukan wajib baca Al Quran bagi siswa SD. Karena untuk melanjutkan sekolah dari SD ke SMP atau M.Tsn siswa lulusan SD diwajibkan harus bisa membaca Al Quran yang diperkuat dengan sertifikat lulus uji baca Al Quran. Malah, untuk menjadi seorang pimpinan di daerah itu, katanya harus bisa membaca Al Quran.

Lebih jauh Nasaruddin kembali menggambarkan bahwa pendidikan yang dimulai dari tingkat dasar merupakan fondasi. Untuk itu, para santri dan santriwati merupakan cikal bakal bagi pembangunan Aceh Tengah. Karena untuk membangun daerah sangat diharapkan fondasi dari generasi-generasi yang memiliki ilmu dan fondasi yang kokoh. Sebagai calon generasi penerus bangsa, Nasaruddin meminta agar generasi muda daerah dataran tinggi Gayo itu tidak terkontaminasi dengan budaya-budaya asing yang menyesatkan.

Nasaruddin juga menyebutkan, bahwa pertengahan tahun 2009 akan menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran, Tingkat Provinsi NAD yang akan di gelar di lapangan Gelengang Musara Alun Takengon. Untuk itu kepada para santriwan dan santriwati dapat mempersiapkan diri untuk mengikuti musabaqah itu. Kepada orang tua santri, bupati

berharap untuk ikut berperan serta dalam memberikan pendidikan agama kepada anak-anaknya.

Sebelumnya Ketua BKPRMI yang sekaligus Kepala Badan Daya NAD, Bustami Usman menyebutkan, Selama ini Provinsi NAD telah memiliki sebanyak 1500 TPA. Dari lembaga ini telah mampu melahirkan anak-anak yang telah mampu membaca Al Quran. Namun ia tidak membantah bahwa masih banyak lagi anak-anak yang tidak mampu membaca Al Quran. Bahkan, lebih dari itu, pada saat bergulirnya pemilihan Bupati dan Wakil, masih banyak calon-calon pemimpin yang tidak mampu membaca Al Quran. Bustami menyampaikan rasa bangganya, bahwa Pemda Aceh Tengah bersama masyarakatnya peduli terhadap pendidikan agama. Hal ini terbukti, bahwa jumlah santriwan dan santriwati yang diwisuda dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.

Di tempat terpisah Kabag Humas Setdakab Aceh Tengah, Drs. Windi Darsa, MM menyebutkan, bahwa antusias masyarakat daerah itu cukup tinggi dalam mendukung pendidikan agama, khususnya dalam mendukung Syariat Islam. Hal tersebut terbukti, aparat jajaran Polres dari bagian Sat Lantas sempat kewalahan mengatur arus lalu lintas dari rombongan orang tua dan keluarga santri yang mengantarkan anaknya diwisuda. Meriahnya suasana wisuda santriwan dan santriwati itu kata Windi Darsa mencerminkan daerah dingin itu adalah daerah Syariat Islam. (sb)

Satu Tanggapan

  1. Bersama Kita Berikan Mereka Kesempatan Yang SAMA

    Alamat Kantor

    Sekretariat Pusat Aceh :

    Jln. Irigasi Desa Meunasah Pinto Kec. Muara Batu Aceh Utara

    Sms Center : 0812 8241 3526

    Sekretariat Tangerang :

    Jln. Griyatirtayasa Gg. H. Riwan

    Rt 04/014 Kel. Kunciran Indah

    Kec. Pinang Kota Tangerang

    Telp. 021 34243034 / 50333635

    Phone. 0888 153 5873

    Bersama kita berikan Mereka kesempatan yang SAMA

    Kirimkan Donasi Anda ke 620 01.08.000088-9 Bank BPD Aceh Syariah Cabang Lhokseumawe

    Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia Nomor : AHU-1387.AH.01.04.Tahun 2010 http://www.ar-rahmanpeduli.com email : peduli@arrahman.com

    Yayasan Ar-Rahman Jamil Muara Batu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: