DPD BKPRMI Aceh Utara Gelar Penyuluhan Anti Narkoba

ACEH UTARA – Dewan Pengurus Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Mesjid Indonesia (DPD BKPRMI) Aceh Utara menggelar penyuluhan kepada 30 SLTA di Aceh Utara. Penyuluhan Syiar Islam melalui pembinaan remaja agar tidak terjerumus narkoba dan pergaulan bebas itu digelar atas kerja sama BKPRMI dengan Dinas Syariat Islam Aceh Utara.

Ketua DPD BKPRMI Aceh Utara menjelaskan, kegiatan ini berlangsung sejak tanggal 13 juli lalu dan telah selesai dilaksanakan. Sementara penutupan kegiatan ini dilakukan di dua lokasi sekolah yaitu, SMA Negeri 1 Paya Bakong dan SMA 1 Lhoksukon. Diharapkan dengan kegiatan penyuluhan ini dapat menjadi dasar pertimbangan dan pemikiran bagi siswa untuk tidak terjerumus narkoba dan pergaulan bebas.

“BKPRMI yang merupakan mitra kerja pemerintah di bidang keagamaan maupun dalam hal lainnya. Dalam seminggu kemarin, kita bekerja sama dengan dinas Syariat Islam Aceh Utara sebagai penyuluh aqidah, akhlak dan syiar islam. Penyuluhan ini kita berikan kepada 30 SLTA dalam wilayah Kabupaten Aceh Utara.

Pada penyuluhan tersebut kita memberikan penjelasan terkait dampak buruk dari narkoba dan pergaualan bebas, baik dari persprektif agama maupun sosial,”terang Ketua DPD BKPRMI Aceh Utara Tgk.M.Yusuf.

Selama ini, BKPRMI yang merupakan sebuah organisasi besar yang mempunyai jaringan dari yang paling bawah sampai ke pusat negara, juga melakukan hal lainnya mulai tahun 2003 hingga saat ini. Seperti menggelar perkampungan remaja mesjid baik ditingkat kabupaten maupun provinsi. Sementara dalam agenda tersebut dilakukan banyak kegiatan dengan membersihakn sarana ibadah, penyuluhan dan melakukan berbagai syiar islam.

Menyangkut program penyuluhan siswa yang telah digelar selama satu minggu yang telah sukses terselenggara, pihak BKPRMI mengharapkan kegiatan tersebut tidak sampai di situ saja. Mereka berharap terus berlanjut sesuai harapan, dan harus didukung oleh semua pihak, mulai dari dewan guru dan juga masyarakat pada umumnya.

“Kegiatan ini tidak mungkin berhasil jika hanya dilakukan oleh pihak sekolah saja. Selain terganjal oleh waktu dan kesempatan juga pastinya terganjal oleh dana. Untuk itulah peran serta pemerintah dalam memberikan dukungan dana terhadap masalah ini sangat diperlukan,”ujarnya. (agt)

Rakyat Aceh, 21 Juli 2009 | 09:09

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: