Ormas Islam: Tangkap Pengancam Kadis SI

BANDA ACEH – Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam Aceh mendesak Kepolisian Resor (Polres) Kota Langsa serius mengusut dan menangkap pengancam Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Langsa, Drs Ibrahim Latief MM, karena kegigihannya menegakkan syariat

Pengurus Ormas Islam Aceh, Selasa (16/10) datang ke Kantor Harian Serambi Indonesia di Desa Manyang PA, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar. Ormas Islam yang membawa pernyataan dukungan terhadap Kadis Syariat Islam Kota Langsa, diterima oleh Sekretaris Redaksi Serambi Indonesia Bukhari M Ali. Foto: SERAMBI/YUSWARDI

Islam di kota itu.

Sebanyak sebelas pimpinan ormas-ormas Islam tersebut juga meminta Wali Kota Langsa melindungi Kepala DSI setempat sebagai bawahannya dari ancaman orang-orang yang diduga antisyariat Islam. Atau setidaknya dari orang-orang yang keberatan ditiadakan hiburan malam, termasuk keyboard, di wilayah Langsa.

Desakan kesebelas pimpinan ormas Islam itu disampaikan saat berkunjung ke Kantor Harian Serambi Indonesia di Desa Manyang Pagar Air, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (16/10).

Rombongan Ormas Islam itu dipimpin Drs Nasruddin Ibrahim MAg Ketua Umum DPW BKPRMI Aceh, diterima oleh Sekretaris Redaksi Serambi Bukhari M Ali dan Redaktur Prohaba, Yuswardi Mustafa.

Sebagaimana diberitakan, Kadis SI Kota Langsa, Drs Ibrahim Latif MM, mengaku menerima sejumlah ancaman melalui telepon, termasuk diancam bunuh. Ia menduga ancaman oleh orang yang belum dikenal ini, terkait dengan gencarnya operasi penegakan Qanun Syariat Islam di Langsa dalam sepekan terakhir.

Terhadap ancaman itu, Nasruddin MAg meminta Kadis SI Langsa tidak gentar. Ia sarankan maju terus untuk menegakkan syariat Islam, karena Ormas Islam berada di belakang Kadis SI dan Pemko Langsa dalam penegakan syariat Islam.

“Kami nyatakan sebagai musuh bersama orang-orang, kelompok, atau LSM yang merongrong syariat Islam di Aceh,” imbuh Nasruddin.  Para pimpinan ormas-ormas Islam itu juga mempersilakan semua pihak yang ingin masuk ke Aceh untuk berusaha atau melakukan aktivitas membantu pemerintah dan rakyat Aceh. Tapi, ujar Nasruddin, jangan ganggu dan usik syariat Islam di Aceh. “Jangan ganggu dan usik syariat Islam. Kami juga mendukung razia massal di Jembatan Pangoe, Banda Aceh, terhadap para pelanggar syariat Islam,” kata Nasruddin. Mayoritas pengurus Ormas Islam itu angkat bicara dalam pertemuan sekitar 30 menit itu. Mereka mengaku sedang memantau beberapa LSM atau kelompok yang mendapat dana dari dalam dan luar negeri, tetapi dalam pergerakannya melemahkan syariat Islam.

“OKP dan Ormas Islam supaya bersatu serta memberi dukungan terhadap tegaknya syariat Islam di Aceh. Tangkap pengancam Kadis SI Langsa!” seru Ketua Ikatan Siswa Kader Dakwah (Iskada) Aceh, Marwidin Mustafa.

Yusuf al-Qardhawi secara lantang mendukung pengusutan terhadap pihak yang mengancam bunuh Kadis SI Langsa. Di sisi lain dia akui bahwa pejuang syariat Islam di mana pun memang sering diteror.

“Maka jangan biarkan para pihak yang ingin melemahkan syariat Islam di Aceh berkeliaran dan berbuat sesukanya,” imbuh Yusuf. Sementara itu, Wakil Sekretaris Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII), Ridha Yunawardi menilai di Aceh saat ini ada kelompok yang pro dan yang antisyariat Islam. “Penegakan hukum di Aceh juga lemah,” katanya.

Kasus bunuh diri PE (Putri Erlina), menurut Ridha, telah dijadikan pintu masuk oleh kelompok antisyariat untuk mengkriminalisasi syariat Islam. “Saya kira Wali Kota Langsa harus bersikap terhadap kondisi ini,” desak Ridha.

Pertemuan sekitar 30 menit itu, berlangsung dialogis. Pernyataan yang disampaikan bukan saja dalam bentuk tertulis, tetapi juga disampaikan secara lisan oleh utusan ormas-ormas Islam itu.

Wakil Wali Kota Langsa Drs Marzuki Hamid MM, juga meminta Kadis SI tetap menjalankan tugasnya dan jangan pernah gentar terhadap ancaman tersebut.

“Pemko dan masyarakat Kota Langsa akan terus mendukung Dinas SI setempat dalam langkah-langkah penegakan SI, dalam hal ini untuk meminimalisir setiap perbuatan maksiat. Ancaman tersebut jangan pernah melemahkan dan membuat gentar Dinas SI maupun WH,” kata Wakil Wali Kota Langsa, kepada Serambi, Selasa (16/10).

Dari Lhokseumawe dilaporkan, Muzakarah Ulama dan Umara Aceh Utara di Lhokseumawe, mengutuk keras pengancam Kadis SI Kota Langsa.  Ketua MPU Aceh Utara, Tgk H Mustafa Ahmad, di Gedung Hasbi Ashiddieqy Mon Geudong Selasa (16/10) mengatakan, ulama minta polisi mencari siapa yang mengancam Kepala DSI Kota Langsa itu. “Pelaku ini adalah otak penentang berlakunya SI di Aceh. Jangan takut ancaman dalam menegakkan kebenaran demi Agama Allah yang mulia,” ujar Tgk H Zarkasyi alias Abu Matang Panyang.

Komisi E DPRA meminta pihak kepolisian mengusut pelaku teror terhadap Kepala DSI Langsa. Polisi juga diharapkan Komie E dapat melindungi yang bersangkutan dari segala teror yang mengancam.

“Apa pun bentuk ancaman tidak boleh dialamatkan kepada pejabat publik yang bertugas menjalankan hukum di Aceh. Karena itu Kadis Syariat Islam harus dilindungi bersama-sama, karena ia menjalankan amanah rakyat yang dibebankan kepadanya,” kata anggota Komisi E DPRA Fraksi PKS Tgk Makhyaruddin kepada Serambi, Selasa (16/10).

Menurut anggota DPRA dari Dapil Aceh Timur, Langsa, dan Tamiang tersebut, ancaman dalam bentuk apa pun tidak boleh dialamatkan kepada pejabat publik yang bekerja menjalankan hukum di Aceh.

Makhyaruddin meminta seluruh masyarakat dan lembaga yang ada di Aceh untuk bersama-sama menyukseskan penegakan syariat Islam yang merupakan kekhususan yang diberikan Pemerintah kepada Aceh sebagai Daerah Otonomi Khusus. (swa/sar/ib/c42) http://www.aceh.tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: