Artikel

Memperkuat Peran Ekonomi BKPRMI

Oleh Sayed Muhammad Husen

Awal perkenalan saya dengan BKPRMI Aceh (1994) mendapati satu bidang yang menarik perhatian saya: Lembaga Pembinaan dan Ekonomi dan Koperasi (LPP Ekop). Ketika itu, lembaga ini malah tidak aktif. Baru empat tahun kemudian memulai kiprahnya, dengan pengisian pengurus LPP Ekop dan pembentukan koperasi BKPRMI. Selanjutnya, 1995, saya mendapat informasi bahwa DPP BKPRMI di Jakarta mengadakan kerjasama dengan Pinbuk Pusat dalam kerangka pengembangan Lembaga Keuangan Mikro BMT (Baitul Mal Wattamwil) berbasis masjid di seluruh Indonesia.

Maka dapat kita pahami, bahwa sebenarnya BKPRMI tidak alergi terhadap kegiatan ekonomi, malah ekonomi dan bisnis telah dijadikan sebagai salah satu program unggulan BKPRMI. Hanya saja, bidang ini tidak berkembang layaknya bidang lain seperti pengembangan Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) dan Festival Anak Shalih (FASI). Bahkan BKPRMI setiap periode kepengurusan agak sulit merekrut sumber daya insani untuk ditempatkan pada LPP Ekop. Lebih tragis lagi koperasi BKPRMI pun mati.

Pertanyaannya kemudian, mengapa BKPRMI gagal mengembangkan programnya di bidang ekonomi dan kewirausahaan? Pertama, secara umum memang karakteristik Ormas dan OKP Islam lebih berminat merancang program-program di bidang dakwah, sosial dan pendidikan (pengaderan). Mereka lebih suka terhadap issue politik dibandingkan issue ekonomi dan bisnis, padahal faktanya jelas, problem utama ummat Islam di Indonesia (termasuk Aceh) adalah ekonomi, bukan politik.

Kedua, para senior di BKPRMI lebih menggiring anggota supaya lebih peduli issue politik. Mereka sekan menutup mata terhadap potensi ekonomi yang ada. Justru yang terjadi kemudian, ketika Pemilu tiba, para kader digalang untuk memperkuat partai tertentu. Ada juga senior yang mengondisikan BKPRMI supaya lebih sebagai organisasi dakwah, tanpa lebih jauh memikirkan bagaimana dakwah itu dapat dibiayai secara mandiri.

Ketiga, BKPRMI (khususnya Aceh) mulai didominasi teman-teman yang berlatar-belakang PNS. Pada umumnya PNS pasti kurang meminati kegaitan ekonomi. Kalau pun ada yang berminat, namun mereka tidak mungkin fokus mengurusnya, mereka telah memiliki pekerjaan tetap sebagai PNS. Mereka aktif di BKPRMI hanya melengkapi peran sosial dan dakwah dalam kehidupan bermasyarakat.

Jika demikian kondisinya, maka BKPRMI (terutama BKPMI Aceh) haruslah berani keluar dari kultur organisasi yang sudah terbangun selama ini. BKPRMI seharusnya dapat melahirkan wirausahawan dan pelaku ekonomi yang andal. Saatnnya BKPRMI menyempurnakan dakwahnya dengan memberi bobot yang mamadai untuk program dan kegiatan ekonomi dan bisnis. Apakah ini artinya BKPRMI juga harus berbisnis? Jawabannya: Ya. Kita harus lahirkan kader berkarakter Abdurrahaman bin Auf atau Khadijah ra dan membangun kerajaan bisnis BKPRMI (boleh kan mimpi).

Untuk itu, saya kira, BKPRMI dapat melakukan dua hal: Pertama, memperbanyak pelatihan kewirausahaan (entrepreneurship) untuk semua jenjang kepengurusan. Menggiatkan diskusi, bedah buku dan ceramah dengan tema ekonomi dan bisnis. Dapat juga menggelar pengajian bisnis secara berkala. Bahkan, calon anggota/kader diwajibkan mengikuti pembekalan fikih mu’amalah.

Kedua, memprioritaskan kembali penguatan kelembgaan LPP Ekop. Menghidupkan kembali koperasi dengan kegiatan ekonomi dan bisnis berbasis masjid. BKPRMI dengan jaringan masjid dapat melakukan kegiatan usaha antara lain: pembelian hasil bumi, lembaga keuangan, toko buku, toko obat/apotek, menjadi distributor, usaha warung/konsumsi, travel, dan banyak peluang lainnya dapat digarap.

Sebenarnya, untuk menggerakkan kegiatan ekonomi dan bisnis, yang pertama sekali diperlukan bukan modal usaha, tapi bagaimana menyiapkan sumber daya insani yang bermental saudagar/wirausaha. Maka, langkah pertama yang mesti dilakukan adalah memperbanyak pelatihan dan magang. Selanjutnya, BKPRMI memberi ruang kepada mereka untuk mencari pangalaman nyata dengan melakukan praktek wirausaha (melakukan kegiatan ekonomi dan bisnis melalui LPP Ekop). Percayalah, dalam waktu dua tahun kemudian, mereka akan menjadi entrepreneur sejati. Saat itulah kita mediasikan mereka dengan lembaga keungan atau perbankan.

Saya pikir, Perkampungan Kerja dan Raker BKPRMI di Pidiy Jaya tahun ini dapat kembali meletakkan dasar dan tekad memperkuat peran ekonomi BKPRMI, yang selama ini terlupakan. Bukankah kesempurnaan Islam akan kita capai dengan hidup kaya dan taqwa. Bukankan seorang muslim dapat menyempurkan keislamannya dengan berzakat, naik haji, sedekah, waqaf dan mendukung berbagai aktivitas dakwah, jika kehidupannya cukup berdaya secara ekonomi. Maka, tunggu apalagi, mari BKPRMI Aceh ubah kiblat, dari sosial-pendikan- dakwah kepada ekonomi-bisnis-dakwah. Bismillah, jangan ragu, akhie!

==================================================

Empat Catatan Refleksi Milad BKPRMI Ke 32 (1)

SMH

 Oleh Sayed Muhammad Husen
Sekretaris Mejelis Pertimbangan Wilayah BKPRMI Aceh

Saya menjadi pembanding pada Refeksi Milad Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Ke 32, Kamis, 3 September 2009 di Masjid Syekh Abdurrauf, Gampong Blang Oi, Banda Aceh. Dihadiri 50-an fungsionaris BKPRMI dan aktivis remaja masjid di Banda Aceh dan Aceh Besar. Acara berlangsung lepas shalat tarawih dalam bentuk dialog, dilanjutkan dengan tadarus Al-Quran dan sahur bersama. Acara ini diorganisir oleh Dewan Pengurus Daerah (DPD) BKPRMI Kota Banda Aceh.

Pembicara pertama malam itu, Drs H Zaini Yusuf, mantan Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) BKPRMI Aceh periode pertama yang “berkuasa” 11 tahun (1982-1993?). Dia mengatakan, pada masa kepemimpinannya, BKPRMI dikenal dekat dengan kekuasaan, pancasilais dan menganut prinsip iyakan di orang lalukan di awak, sehingga program dakwah dapat dilaksanakan. Yang menarik, katanya, ketika mengikuti festival anak shaleh di Jakarta, BKPRMI masih mencomot peserta dari pihak lain, kerana belum ada obyek binaan sendiri.

Dilanjutkan dengan paparan Drs H T Hasanuddin Yusuf MPd, Ketua DPW BKPRMI Aceh periode 1997-2002. Dia berupaya mengembalikan BKPRMI kepada jalur organasasi benar, sesuai dengan AD/ART. Caranya, sejak awal periode pengurus menyelenggarakan training center kepengurusan. Kemudian, menggiatkan silaturrahim dan menggagas perkampungan kerja pemuda remaja masjid pertama di Sabang. “Ruh perkampungan ini adalah dakwal bil hal,” katanya. Pak Teha, panggailan akrab Hasanuddin, menyarankan perlunya penulisan buku sejarah dan kiprah KPRMI di Aceh.

Sementara Drs H Bustami Usman SH MSi, Ketua DPW BKPRMI Aceh dua periode 1993-1996 dan 1997-2009 menyatakan telah melakukan konsolidasi organisasi BKPRMI seluruh Aceh, sehinga dari hanya lima DPD BKPRMI hingga kini telah merata di seluruh Aceh. Memperkuat program perkampungan kerja pemuda remaja masjid dan menjaga hubungan baik dengan pemerintah. BKPRMI Aceh setiap tahun dipercaya pemerintah mengorganisir peringatan hari-hari besar Islam. “Sekarang, kita sedang bangun gedung BKPRMI dua pintu dan dua lantai,” kata Bustami, yang juga Ketua MPP BKPRMI Pusat.

Menurut Bustami, BKPRMI telah menunjukkan eksistensinya dalam pelaksanaan syariat Islam di Aceh serta mampu “mengalahkan” peran OKP lain. Sukses menyelenggarakan Munas BKPRMI kesepuluh di Asrama Haji Banda Aceh (2006). Forum refleksi malam itu menjadi kurang lengkap karena tidak dihadiri Ketua DPW BKPRMI Aceh periode 1993-1996, Drs Anwar Muhamamd MSc.

Saya dan Tulus Sugianto menjadi pembicara terakhir sebagai pembanding narasumber sebelumnya. Setelah itu, dilanjutkan dengan dialog dan diskusi. Di antara peserta mengungkapkan perlu memperjelas latar belakang kebangkitan BKPRMI 3 September 1977 di Masjid Istiqamah, Bandung. Mereka mengharapkan, supaya setiap undungan mengikuti pelatihan supaya digilir lebih merata bagi setiap organisasi remaja masjid. BKPRMI perlu meningkatkan program baca tulis Al-Quran dengan memperbayak pelatihan dan mendorong pemerintah supaya melengkapi regulasi yang mendukung pembelajaran Al-Quran dalam masyarakat.

Saya mulai mengenal BKPRMI 1983 ketika mengikuti Pekan Oreintasi Remaja Masjid di Sabang. Sebagai kenangan tak ternilai dalam orientasi itu, saya diberi kesempatan membaca makalah Ketua Majelis Ulama Sabang, Tgk H AR Hasjim tentang peran generasi muda dalam memakmurkan masjid. Tahun 1994 baru menjabat sebagai pengurus DPW BKPRMI Aceh. Sebagai respon terhadap pernyataan Zaini Yusuf sebelumnya, saya mengatakan, “Saya pernah tak suka kepada BKPRMI, karena kami anggap mengganggu sikap PII yang menolak asas tunggal Pancasila era tahun 80-an.” (Gema Btr, 11.09.09)

 

================================================================================

 

anti narkobaRemaja Anti Narkoba…!!

Narkoba dan narkotika telah diketahui berbahaya secara luas. Namun demikian masih saja remaja-remaja sekarang banyak yang doyan menikmati barang laknat itu. Pada kesempatan kali ini saya mau memberitahukan kepada remaja jaman sekarang yang masih doyan barang yang dilaknati masyarakat, apa saja sih yang termasuk dalam golongan narkoba dan bahayanya. Agar kita semua bisa menghindarinya sejauh mungkin. Para Remaja, tak dapat dipungkiri bahwa narkoba merupakan wabah paling berbahaya yang menjangkiti manusia di seluruh pelosok bumi. Tidak diragukan lagi, bahwa kelemahan iman dan ketidakbersimpuhan kepada Allah dalam segala kesulitan merupakan faktor terpenting yang mengkondusifkan kecanduan narkoba. Manusia yang taat beragama pasti akan jauh dari neraka narkoba. Tidak mungkin dia akan mengulurkan tangannya pada narkoba, baik membeli, mengedarkan, maupun menyelundupkannya. Sebab, jalan narkoba adalah jalan setan dan jalan Allah tidak mungkin bertemu dengan jalan setan. Dr. Hassan Syamsi Pasya dalam bukunya yang berjudul Hamasa fi Udzun Syâb (Bisikan di Telinga Pemuda) menjelaskan bahwa jenis narkoba yang paling berbahaya adalah jenis narkotika yang menyebabkan ketagihan mental maupun organik, seperti opium dan derivasi turunannya. Nama-nama dan jenis narkoba serta bahayanya antara lain: 1. Opium Opium adalah jenis narkotika yang paling berbahaya. Dikonsumsi dengan cara ditelan langsung atau diminum bersama teh, kopi atau dihisap bersama rokok atau syisya (rokok ala Timur Tengah). Opium diperoleh dari buah pohon opium yang belum matang dengan cara menyayatnya hingga mengeluarkan getah putih yang lengket. Pada mulanya, pengonsumsi opium akan merasa segar bugar dan mampu berimajinasi dan berbicara, namun hal ini tidak bertahan lama. Tak lama kemudian kondisi kejiwaannya akan mengalami gangguan dan berakhir dengan tidur pulas bahkan koma. Jika seseorang ketagihan, maka opium akan menjadi bagian dari hidupnya. Tubuhnya tidak akan mampu lagi menjalankan fungsi-fungsinya tanpa mengonsumsi opium dalam dosis yang biasanya. Dia akan merasakan sakit yang luar biasa jika tidak bisa memperolehnya. Kesehatannya akan menurun drastic. Otot-otot si pecandu akan layu, ingatannya melemah dan nafsu makannya menurun. Kedua matanya mengalami sianosis dan berat badannya terus menyusut. 2. Morphine Orang yang mengonsumsi morphine akan merasakan keringanan (kegesitan) dan kebugaran yang berkembang menjadi hasrat kuat untuk terus mengonsumsinya. Dari sini, dosis pemakaian pun terus ditambah untuk memperoleh ekstase (kenikmatan) yang sama. Kecanduan bahan narkotika ini akan menyebabkan pendarahan hidung (mimisan) dan muntah berulang-ulang. Pecandu juga akan mengalami kelemahan seluruh tubuh, gangguan memahami sesuatu dan kekeringan mulut. Penambahan dosis akan menimbulkan frustasi pada pusat pernafasan dan penurunan tekanan darah. Kondisi ini bisa menyebabkan koma yang berujung pada kematian. 3. Heroin Bahan narkotika ini berbentuk bubuk kristal berwarna putih yang dihasilkan dari penyulingan morphine. Menjadi bahan narkotika yang paling mahal harganya, paling kuat dalam menciptakan ketagihan (ketergantungan) dan paling berbahaya bagi kesehatan secara umum. Penikmatnya mula-mula akan merasa segar, ringan dan ceria. Dia akan mengalami ketagihan seiring dengan konsumsi secara berulang-ulang. Jika demikian, maka dia akan selalu membutuhkan dosis yang lebih besar untuk menciptakan ekstase yang sama. Karena itu, dia pun harus megap-megap untuk mendapatkannya, hingga tidak ada lagi keriangan maupun keceriaan. Keinginannya hanya satu, memperoleh dosis yang lebih banyak untuk melepaskan diri dari rasa sakit yang tak tertahankan dan pengerasan otot akibat penghentian pemakaian. Pecandu heroin lambat laun akan mengalami kelemahan fisik yang cukup parah, kehilangan nafsu makan, insomnia (tidak bisa tidur) dan terus dihantui mimpi buruk. Selain itu, para pecandu heroin juga menghadapi sejumlah masalah seksual, seperti impotensi dan lemah syahwat. Sebuah data statistik menyebutkan, angka penderita impotensi di kalangan pecandu heroin mencapai 40%. 4. Codeine Codeine mengandung opium dalam kadar yang sedikit. Senyawa ini digunakan dalam pembuatan obat batuk dan pereda sakit (nyeri). Perusahaan-perusahaan farmasi telah bertekad mengurangi penggunaan codeine pada obat batuk dan obat-obat pereda nyeri. Karena dalam beberapa kasus, meski jarang, codeine bisa menimbulkan kecanduan. 5. Kokain Kokain disuling dari tumbuhan koka yang tumbuh dan berkembang di pegunungan Indis di Amerika Selatan (Latin) sejak 100 tahun silam. Kokain dikonsumsi dengan cara dihirup, sehingga terserap ke dalam selaput-selaput lendir hidung kemudian langsung menuju darah. Karena itu, penciuman kokain berkali-kali bisa menyebabkan pemborokan pada selaput lendir hidung, bahkan terkadang bisa menyebabkan tembusnya dinding antara kedua cuping hidung. Problem kecanduan kokain terjadi di Amerika Serikat, karena faktor kedekatan geografis dengan sumber produksinya. Dengan proses sederhana, yakni menambahkan alkaline pada krak, maka pengaruh kokain bisa berubah menjadi sangat aktif. Jika heroin merupakan zat adiktif yang paling banyak menyebabkan ketagihan fisik, maka kokain merupakan zat adiktif yang paling bayak menyebabkan ketagihan psikis. Setiap tahun, Amerika Serikat membelanjakan anggaran 30 miliar dollar untuk kokain dan krak. Tak kurang dari 10 juta warga Amerika mengonsumsi kokain secara semi-rutin. Pemakaian kokain dalam jangka pendek mendatangkan perasaan riang-gembira dan segar-bugar. Namun beberapa waktu kemudian muncul perasaan gelisah dan takut, hingga halusinasi. Penggunaan kokain dalam dosis tinggi menyebabkan insomnia (sulit tidur), gemetar dan kejang-kejang (kram). Di sini, pecandu merasa ada serangga yang merayap di bawah kulitnya. Pencernaannya pun terganggu, biji matanya melebar, dan tekanan darahnya naik. Bahkan terkadang bisa menyebabkan kematian mendadak. 6. Amfitamine Obat ini ditemukan pada tahun 1880. Namun, fakta medis membuktikan bahwa penggunaannya dalam jangka waktu lama bisa mengakibatkan risiko ketagihan. Pengguna obat adiktif ini merasakan suatu ekstase dan kegairahan, tidak mengantuk, dan memperoleh energi besar selama beberapa jam. Namun setelah itu, ia tampak lesu disertai stres dan ketidakmampuan berkonsentrasi, atau perasaan kecewa sehingga mendorongnya untuk melakukan tindak kekerasan dan kebrutalan. Kecanduan obat adiktif ini juga menyebabkan degup jantung mengencang dan ketidakmampuan berelaksasi, ditambah lemah seksual. Bahkan dalam beberapa kasus menimbulkan perilaku seks menyimpang. Termasuk derivasi (turunan) obat ini adalah obat yang disebut “captagon”. Obat ini banyak dikonsumsi oleh para siswa selama musim ujian, padahal prosedur penggunaannya sebenarnya sangat ketat dan hati-hati. 7. Ganja Ganja memiliki sebutan yang jumlahnya mencapai lebih dari 350 nama, sesuai dengan kawasan penanaman dan konsumsinya, antara lain; mariyuana, hashish, dan hemp. Adapun zat terpenting yang terkandung dalam ganja adalah zat trihidrocaniponal (THC). Pemakai ganja merasakan suatu kondisi ekstase yang disertai dengan tawa cekikikan dan terkekeh-kekeh tanpa justifikasi yang jelas. Dia mengalami halusinasi pendengaran dan penglihatan. Berbeda dengan peminum alkohol yang terkesan brutal dan berperilaku agresif, maka pemakai ganja seringkali malah menjadi penakut. Dia mengalami kesulitan mengenali bentuk dan ukuran benda-benda yang terlihat. Pecandunya juga merasakan waktu berjalan begitu lambat. Ingatannya akan kejadian beberapa waktu yang lalu pun kacau-balau. Matanya memerah dan degup jantungnya kencang. Jika berhenti mengonsumsi ganja, dia akan merasa depresi, gelisah, menggigil dan susah tidur. Namun kecanduan ganja biasanya mudah dilepaskan. Dalam jangka panjang, pecandu ganja akan kehilangan gairah hidup. Menjadi malas, lemah ingatan, bodoh, tidak bisa berkonsentrasi dan terdorong untuk melakukan kejahatan. Satu hal yang menarik, ternyata ulama-ulama Islam telah mengenal karakteristik hashish (ganja) dan mendeskripsikannya secara detail. Ibnu Hajar al-Haitsami misalnya menjelaskan, memakan daun ganja mengandung 120 macam bahaya yang bersifat agama dan dunia. Di antaranya, menyebabkan pikun (lupa), kematian mendadak, gangguan fungsi akal dan selalu gemetaran. Ganja juga menghilangkan rasa malu, muru’ah, kecerdasan, memutus keturunan, mengeringkan sperma dan menyebabkan impotensi. Pengaruh Narkoba Tidak diragukan lagi, kata Dr Pasya, bahwa pecandu narkoba pada dasarnya adalah orang mati di tengah orang-orang hidup. “Hanya saja, rohnya masih tetap menempel pada jasadnya dan dia terus bertarung sengit dengannya untuk tetap bertahan hidup,” ujar konsultan penyakit jantung di Rumah Sakit Angkatan Bersenjata King Fahd Saudi Arabia ini. Narkoba benar-benar menyia-nyiakan waktu, menghilangkan akal sehat dan memasukkan pelakunya dalam kondisi ketidaksadaran yang menghalanginya untuk melaksanakan shalat dan ibadah lainnya. Bahkan terkadang menyeretnya untuk melakukan berbagai tindak kejahatan dan hal-hal yang diharamkan. Masih mau dibudak narkoba? BANGKITKAN NEGERI TANPA NARKOBA

====================================================

PEMUDA

Pemuda adalah Ibrahim
Yang dengan kapaknya menebas leher paganisme
Yang dengan kekuatan argumentasinya menghancurkan kesombongan sang tiran
Yang dengan kecerdasannya menemukan hakikat
Kebenaran dibalik rahsia alam semesta

Yang dengan keberaniannya menundukkan panasnya bara api
Yang dengan keteguhan imannya mengharungi sahara tak bertuan
Yang kecintaan kepada Rabb-nya mengalahkan segala sesuatu,
Merelakan semua kemahalan pengorbanan

Pemuda adalah Musa
Yang dengan tongkatnya meluluhlantakkan keangkuhan kebodohan
Yang dengan keberanian dan keimanannya membelah lautan merah
Yang dengan kekuatannya membunuh sang angkara
Yang dengan ketegasannya menciptakan sistem kepemimpinan
Di tengah kaum yang terpecah belah
Yang dengan bara semangat perjuangannya membebaskan ka
um tertindas

Pemuda adalah Isa
Yang dengan ketulusan kasih sayangnya mencairkan kebekuan hati
Yang dengan kelembutannya menumbuhkan kehidupan
Yang pengorbanan tanpa pamrihnya menyinari
Kegelapan paradigma materialis
Yang kejernihan hatinya menguak segala rahasia kejahatan

Pemuda adalah Muhammad
Yang didirinya terhimpun segala potensi kebaikan

Yang kekuatan perjuangannya menghancurkan peradaban
Rendah untuk kemudian membangun ketinggian hakikat peradaban kemanusiaan
Yang kecintaan kepada Rabb-nya membuatnya tak peduli apapun yang menimpanya
Yang ketinggian akhlaqnya membuat hormat dan pujian dari seluruh alam
Yang kecintaan kepada ummatnya membuatnya tak tenang istirahat
Yang kezuhudannya telah mengharamkan diri dan keluarganya dari
obsesi gelimang materi
yang ketinggian namanya selalu disebut sampai har
i kiamat

Pemuda,
Di pundakmu lah tertumpu berjuta harapan
Di dirimu lah terkumpul potensi keutamaan
Di tanganmu lah terletak penyelesaian permasalahan ummat
Di matamu sinar akan menguak kegelapan
Di perjuanganmu tergantung bangunan ketinggian
Peradaban kemanusiaan

Pemuda,
Raihlah ketinggian
Gapailah kemuliaan
Temukan hakikat kebahagiaan
Tegarkan dirimu menghadang badai
Tinggalkan semua kepalsuan dan kesemuan
Lambungkan jiwamu meninggi
Menembus batas birunya lan
git….

Karena disanalah akan engkau temui
Rabb-m
u yang Maha Tinggi


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: